Harga Cabai di Pasar Balikpapan Tembus Rp 70.000 per Kg, Pegadang Sebut Pasokan Kurang

Harga Cabai di Pasar Balikpapan Tembus Rp 70.000 per Kg, Pegadang Sebut Pasokan Kurang

Harga jual cabai di sejumlah pasar tradisional, Kota Balikpapan mengalami kenaikan cukup signifikan dari harga sebelumnya.

Pantuan Tribun di Pasar Klandasan, Balikpapan Kota, Minggu (14/7), harga cabai naik dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kg.

Bahkan, cabai ijo harganya tembus mencapai Rp 70.000 per kilogram naik dari harga sebelumnya Rp 40.000.

Sejumlah pedagang di Pasar Klandasan menyebutkan naiknya harga cabai dipicu minimnya ketersediaan cabai. Hj Coma, pedagang cabai di Pasar Klandasan mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi sejak 2 hari lalu.

"Ya harganya naik lagi sejak dau hari yang lalu," katanya. Cabai merah dijual Rp 50.000 sampai Rp 60.000 tergantung kualiat cabai. Sedangkan cabai ijo paling mahal, mencapai Rp 70.000 per kilo karena modalnya saja kita ambil Rp 40.000.

Anisa, pedagang lainnya, menuturkan, kenaikan harga cabai karena pasokan cabai sekarang mulai langka. "Naiknya sejak Jumat lalu, itu karena stok cabai sudah mulai berkurang," katanya

Dampaknya, pembeli jadi mulai berkurang, karena mahalnya harga cabai. Warga pun mengaku tidak sanggup membeli kiloan, karena mahalnya harga cabai.

Mereka terpaksa membeli bungkusan dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkus. "Mahal mas, nggak bisa kita beli kiloan. Kita beli bungkusan saja kan ada bungkusan yang Rp 5000-an," kata Farida, salah seorang pembeli.

Beberapa penjual makanan juga harus berpikir ulang untuk membeli cabai berlebih kepada pelanggannya. Kebanyakan penjual makanan masak atau sejenis warteg masih tergantung pada cabai.

Salah satu penjual nasi kuning di kawasan Indrakila mengatakan, sejak kemarin membeli cabai dengan harga Rp 20.000 setengah kilogram. Jika dihitung kiloan harganya bisa Rp 40.000

Sumber :Tribun kaltim

Banyak Tambang Ilegal, Distamben dan Polda Rencana Bentuk Tim Khusus untuk Pengawasan

Banyak Tambang Ilegal, Distamben dan Polda Rencana Bentuk Tim Khusus untuk Pengawasan

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata ,akan segera membentuk tim pengawasan tambang ilegal yang berada di Kaltim, Kamis (11/7/2019).

Selama ini, ia sudah membentuk tim pengawasan untuk tambang ilegal yang bekerjasama dengan Polresta Samarinda.

Namun, masih dianggap kurang karena banyaknya kasus tambang illegal yang ada di Provinsi Kaltim.

"Kemarin Pak Kapolda menayakan kepada saya saat HUT Bhayangkara, beliau menanyakan mengenai tim khusus. Kami segera bentuk tim, tapi saya harus lapor dulu minimal ke PJ Sekda Kaltim,

karena terkait beberapa lintas sektor," kata Wahyu Widhi Heranata disela-sela acara Diskusi Migas di Hotel Jatra Balikpapan.

Menurutnya, dari Dinas ESDM sudah siap karena selama ini sudah ada timnya, bekerjasama dengan Polresta Kota Samarinda.

"Selama ini sudah jalan, saat ada pengaduan dari masyarakat, teman-teman dari Polres Samarinda mengajak Distamben ke lapangan," ujarnya.

Dia pun menyampaikan, bahwa maraknya tambang illegal itu kuncinya ada di masyarakat.

"Masyarakat jangan bermain di sana. Perusahaan illegal nyata tidak bayar pajak, royalti ke daerah tidak ada. Dari aspek lingkungan juga salah.

Dari teknik pertambangan juga salah. Seharusnya mereka harus terdaftar, ada prosesnya, ikuti kaidah-kaidah yang ada," katanya tegas.

Dia menyampaikan, adanya tambang illegal itu karena masyarakatnya tidak peka, seharusnya melaporkan segera kepada Kepolisian karena ini bentuknya pidana.

"Kalau Migas selama ini setahu saya dampak terhadap lingkungannya tidak terlalu berat banget. Istilah tidak memakan lahan terlalu banyak, berbeda dengan tambang batu bara, membuka lahan yang sangat banyak," ujar Wahyu Widhi.

Untuk perusahan Migas, lanjut Wahyu Widhi Heranata, kebanyakkan membuka lahan sedikit, tapi bisa memanfaatkannya, kalau ditambang istilahnya underground mine (penambangan bawa tanah).

Untuk Migas ini lanjutnya, bahwa DBH-nya harus didobrak sehingga Pemerintah Pusat harus dipertanyakan

"Mereka mendapat double royalti, 20 persen dan 80 persen dari royalti DBH Migas. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 5 tahun 2005, dana 20 persen untuk pusat dan 80 persen untuk daerah penghasil," ujarnya.

Jika dilihat dari 80 persen daerah penghasil ini, 16 persen untuk provinsi, 32 persen kabupaten/kota pengahasil, 32 persen untuk kabupaten/kota non penghasil, seperti Balikpapan.

"Balikpapan ini tidak menghasilkan batu baru, tapi dapat dari DBH Migas tersebut. Saya protes bagi hasil untuk pemerintah pusat, doubel dapat, seharusnya ada khusus untuk pengawasan, dana untuk sarana prasarana, karena yang mengerjakan teman-teman dari pusat yaitu inspektur tambang.

"Nah, inspektur tambang ini pegawai pusat yang diperkejakan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kaltim. Tim pengawas ada 38 orang, sebenarnya kurang dengan maraknya tambang di Kaltim," tutupnya. (*)

Sumber : Tribun kaltim

Hibur Warga Balikpapan di HUT Bhayangkara, Zaskia Gotik Ajak Anggota TNI-Polri Goyang

Hibur Warga Balikpapan di HUT Bhayangkara, Zaskia Gotik Ajak Anggota TNI-Polri Goyang

Suasana puncak peringatan HUT-73 Bhayangkara Polda Kaltim di Lapangan Merdeka, Balikpapan pecah. Tidak hanya upacara dan parade dari masing-masing kesatuan Polri dan TNI, suasana syukuran HUT Bhayangkara semakin meriah dengan penampilan penyanyi dangdut Zaskia Gotik dan pelawak Tukul Arwana.

Ribuan warga seakan tak menghiraukan rintik hujan yang mengguyur Kota Balikpapan sejak pagi hingga selesainya acara. Mereka merangsek mendekati panggung gembira yang berada di sisi tengah Lapangan Merdeka.

Tidak hanya itu, warga Balikpapan juga dimanjakan dengan sajian aneka kuliner khas daerah yang tersedia di puluhan rombong pedagang kuliner secara gratis.

Sebanyak 40 gerobak pedagang kuliner disiapkan Polri di pinggir Lapangan Merdeka. Kendati kewalahan melayani ribuan warga yang datang, mereka mengaku senang.

enter image description here"Ya, senanglah. Dagangan kami sudah diborong. Tapi ya jujur aja kewalahan juga ini orang-orang banyak ngambil," tutur Sri, salah satu pedagang kuliner di Lapangan Merdeka.

Usai menyantap makanan, warga langsung berkumpul di depan panggung hiburan rakyat. Di atas panggung Tukul Arwana dan Zaskia Gotik sukses menghibur warga Balikpapan.

Di atas panggung Zaskia menggoyang penonton lewat alunan tembang dangdut modern. Penampilannya disaksikan ribuan warga kota minyak.

Sebanyak lima lagu hits secara beruntun dinyanyikan Zaskia. Tidak hanya warga tapi anggota TNI dan Polri turut membaur dan terbuai dengan suara merdu dan 'goyan itik' pedangdut Zaskia Gotik.

Bahkan, secara bergilir Zaskia mengajak lima anggota Polri dan TNI bergoyang bersama di atas panggung. (bie)

Sumber : Tribun kaltim

Kapolda Usulkan Bentuk Timsus Berantas Tambang Ilegal di Kaltim

Kapolda Usulkan Bentuk Timsus Berantas Tambang Ilegal di Kaltim

Sejumlah kasus tambang batu bara ilegal di wilayah Kalimantan Timur banyak jadi sorotan publik nasional.

Bahkan, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengungkapkan ilegal mining atau tambang ilegal jadi pidana khas di Kaltim.

Oleh karena itu, Jenderal Polisi bintang 2 ini benar-benar memberikan atensi khusus terjadap kasus-kasus tambang ilegal di Kaltim.

"Perlu keseriusan semua pihak. Saya pernah panggil secara khusus Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM, harus kita adakan perubahan terhadap pengawasan dan pengelolaan khususnya tambang batu bara. Kalau tidak akan seperti ini terus," ujar Kapolda kepada Tribun, Selasa (9/7)

enter image description hereirjen Priyo Widyanto tampak serius saat ditanya langkah kongkrit soal penegakkan hukum penanganan pidana tambang ilegal tersebut.

Menurutnya perlu ada tim khusus (timsus) lintas sektoral untuk menyudahi persoalan klasik (tambang ilegal) yang sampai saat ini masih jadi momok di Kaltim.

"Bentuk timsus, kalau kita serius. Untuk mengevaluasi mulai dari terbit IUP hingga operasional penambangan. Orang nambang di konsensi IUP, kemudian sudah bayar jamrek, harusnya ada inspektur tambang mengawasi," tuturnya.

Saat ditanya respon dari pemerintah daerah, Priyo menyebut tanggapan mereka sejauh ini positif soal rencana pembentukan timsus tambang di Kaltim. "Kepala Dinasnya baru, bagus responnya," ucapnya.

enter image description here

Setelah timsus terbentuk, nantinya tak ketinggalan untuk pelibatan Deputi Pencegahan KPK untuk melakukan supervisi, bahkan sebulan sekali untuk menerima advice atau masukkan terhadap kinerja pengawasan aktivitas tambang di Kaltim

Sumber : Tribun kaltim

Lakukan Perlawanan, Kepolisian Tembak Mati Diduga Pelaku Kasus Narkotika

Lakukan Perlawanan, Kepolisian Tembak Mati Diduga Pelaku Kasus Narkotika

Kepolisian terpaksa mengeluarkan timah panas kepada diduga pelaku peredaran narkotika.

Bahkan, akibat tembakan tersebut, membuat yang bersangkutan tewas.

Kejadian itu terjadi pada, Minggu (7/7) malam kemarin, sekitar pukul 22.00 Wita di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, tidak jauh dari Terminal Bus Banjarmasin.

Malam itu, Ac merupakan pelaku yang hendak diamankan Kepolisian dari Satreskoba Polresta Samarinda.

Namun, Ac melakukan perlawanan. Saat hendak ditangkap dan dilakukan penggeledahan, yang bersangkutan melarikan diri menghindari sergapan petugas.

Bahkan, Ac sempat masuk ke rumah Ketua RT 13, lantas bersembunyi di dalam kamar mandi. Merasa cukup aman, Ac tiba-tiba keluar rumah.

Namun, Kepolisian masih berada di sekitar rumah tersebut dan Ac pun panik, namun tetap berupaya untuk melarikan diri. Tembakan peringatan dikeluarkan Kepolisian.

Bukan berhenti melakukan perlawanan, Ac malah semakin nekat dan mencabut badiknya, lalu mengancam penghuni rumah jika tidak membukakan pintu.

Kepolisian kembali mengeluarkan tembakan peringatan. Tapi, Ac tetap memberontak. Sehingga Kepolisian mengeluarkan tindakan tegas dengan menembak langsung ke arah badan Ac, terdapat sedikitnya tiga peluru yang bersarang di tubuhnya.

Kendati sempat dibawa ke RSUD IA Moeis Samarinda namun Ac tidak terselamatkan.

"Yang bersangkutan membawa senjata tajam, dan sempat mengayunkannya. Peringatan lisan dan tembakan peringatan sudah dilakukan sebelumnya," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Senin (8/7/2019).

Dari informasi yang diterima dari keluarga korban, Ac memiliki sifat yang sangat mudah marah, dan seharusnya Ac menjalani rehabilitasi dari ketergantungan narkotika.

"Kondisi mental, psikis, serta kejiwaanya terganggu, akibat dampak buruk dari narkotika. Dan, jika saat itu tidak dilumpuhkan bisa melukai petugas maupun warga," tegasnya.

Menurut Kapolres, anggotanya telah menjalani prosedur sesuai dengan standar Kepolisian.

Menurutnya saat itu petugas sudah memberikan Peraturan Kepala (Perkap) Kepolisian No 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian yaitu, bahaya terhadap si petugas serta orang lain.

"Sudah sesuai prosedural yang dilakukan petugas di lapangan," imbuhnya.

"Ada barang buktinya, tapi saya tidak tahu berapa persisnya," tutupnya. (*)

Sumber : Tribun kaltim

Jaringan PPDB Online Kacau, Malah Sampai Malam Ketua MKKS tak Beri Respon

Jaringan PPDB Online Kacau, Malah Sampai Malam Ketua MKKS tak Beri Respon

Jaringan atau server pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Online di Kota Balikpapan mengalami gangguan, jaringan kacau membuat semua panitia kewalahan menangani masalah ini.

Muhlis Ketua PPDB Guru Produktif Sekretaris SMKN 2 Balikpapan beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa sistem PPDB Online kali ini jelek dan buruk.

"Yang kita rasakan seperti itu. Mending sistem pendaftaran offline saja lebih enak. Tahun lalu itu pendaftaran online terkendala, tapi tidak ada input data secara online tapi masih bisa daftar.

Namun tahun ini selain daftar juga diinput diaplikasi, jadi salah semua. Tidak ada benarnya," kata Muhlis kepada Tribun Kaltim.

"Kacau ini, pokoknya semua server hancur. Kasian orang tua, kendalanya kita bingung memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Masalahnya sudah daftar tapi diaplikasi nama-namanya tidak muncul. Itu kita yang hadapi, akhirnya diterima dengan manual," keluhnya.

Selain menanggani pendaftaran, banyak juga warga Balikpapan yang ambil berkas harus menggunakan materai.

"Sehingga jika dituntut ada berkasnya. Cabut berkas otomatis tidak dapat nilai tambahan 60 poin," katanya.

Sementara itu, mengenai masalah PPDB Online, Ketua MKKS SMA Edy Effendi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dan telpon Whatsapp tak merespon sekali pun.

Padahal nomor pribadi merupakan nomor aduan warga mengenai untuk mengadu masalah PPDB yang saat ini berlangsung. (*)

Sumber : Tribun kaltim

Pernikahan Sedarah Terjadi di Kota Balikpapan, MUI Balikpapan Angkat Bicara

Pernikahan Sedarah Terjadi di Kota Balikpapan, MUI Balikpapan Angkat Bicara

Perkawinan sedarah yang terjadi di kota Balikpapan, Kalimantan Timur belum lama ini membuat heboh di kalangan masyarakat.

Pernikahan sedarah itu terjadi antara pria berinisial AM (32) dan wanita berinisial (FI) 21.

Diketahui AM merupakan kakak kandung dari FI yang keduanya merupakan warga Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Keduanya diketahui menggelar pernikahan seserahan di sebuah rumah di kawasan Gunung Sari, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sontak pernikahan sedarah tersebut seketika menghebohkan warganet.

Menyikapi hal ini Majelis Ulama Indonesia MUI Kota Balikpapan angkat bicara.

Sekretaris MUI Kota Balikpapan H.M Jailani mengatakan pernikahan sedarah tersebut haram hukumnya dalam perspektif agama Islam.

Keduanya juga diketahui menggelar pernikahan tanpa sepengetahuan Kementerian Agama dalam hal ini KUA.

"Yang jelas pernikahan keduanya itu tidak tercatat di KUA, artinya mereka menikah di luar campur tangan KUA," kata HM Jailani, Sekretaris MUI Kota Balikpapan.

Secara hukum agama maupun hukum duniawi, pernikahan sedarah itu tidak diperbolehkan.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, pernikahan sedarah hukumnya sangat diharamkan.

"Mereka harus bercerai sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Quran yang merupakan pedoman kita sebagai umat Islam," lanjut Jailani.

"Para ulama juga telah bersepakat atas haramnya mengumpulkan dua wanita yang bersaudara dalam satu pernikahannya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam QS An-Nisaa ayat 23," ungkap Jailani.

Di dalamnya itu, kata Jailani dijelaskan bahwa menikahi wanita kakak beradik sekaligus adalah haram secara ijma’, baik keduanya saudara kandung, saudara sebapak, atau (saudara) seibu.

"Sama saja, yang senasab atau sesusu," bebernya.

Menurut Jailani bila seorang pria terlanjur menikahi seorang wanita, kemudian pada perkembangannya diketahui keduanya ternyata terjadi kejelasan masih saudara tunggal dengan tanda bukti kuat atau pengakuan, maka mereka harus dipisahkan.

Bila wanita tersebut hamil, maka anaknya ternasab dan disambungkan pada si penggaul ibunya (bapak biologisnya).

MUI kota Balikpapan juga menyangkan pernikahan sedarah tersebut terjadi di Kota Balikpapan.

"Kita sangat menyayangkan pernikahan sedarah ini terjadi di Kota Balikpapan. Padahal bukan warga Balikpapan. mereka hanya datang menikah saja di sini, nama Kota Balikpapan yang dibawa-bawa," tutup Jailani.

Diketahui, pernikahan sedarah tersebut terjadi Balikpapan, Kelurahan Gunung Sari, belum lama ini.

Dalam pernikahan itu juga disebut-sebut pelaku menyewa oknum penghulu dengan bayaran Rp2,4 juta. (*)

Sumber : Tribun kaltim

Diduga Hendak Gabung ISIS, Dua Warga Jepang Bakal Diadili

Diduga Hendak Gabung ISIS, Dua Warga Jepang Bakal Diadili

Dua orang warga Jepang terancam didakwa karena mencoba bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kasus seperti ini merupakan yang pertama kali disidangkan di Jepang.

Hal tersebut dilaporkan oleh pihak kepolisian Jepang pada Rabu (3/7). Lihat juga: Terduga Teroris ISIS Ledakkan Diri Saat Dikepung Polisi "Kepolisian Tokyo merujuk pada dua orang kepada jaksa penuntut karena berencana untuk pergi ke Suriah sebagai kelompok pejuang anti pemerintah," ujar seorang juru bicara kepolisian, seperti dilansir AFP.

Kepolisian juga melaporkan kepada jaksa penuntut bahwa ada tiga warga Jepang lainnya yang berencana menjadi anggota ISIS. Namun, hingga kini polisi belum memberikan informasi lebih lanjut.

Di antara lima tersangka terselip seorang jurnalis veteran bernama Kosuke Tsuneoka dan seorang sarjana hukum Islam, Ko Nakata. Nakata dilaporkan diminta pendapat oleh sang murid tentang perjalanan ke Suriah.

Meski begitu, Tsuneoka mengaku bahwa, "tidak ada yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan ISIS."

"Tidak ada tindakan yang berarti terkait persiapan ataupun perencanaan melakukan perang pribadi," kata Tsuneoka.

Sementara, satu orang tersangka lainnya diketahui berusia 31 tahun dan merupakan alumnus dari Perguruan Tinggi Hokkaido. Dia telah berencana pergi ke Suriah pada 2014 lalu.

Menurut pengakuan tersangka, ia hendak bergabung dengan ISIS sebagai pejuang. Kantor Berita Kyodo melaporkan bekas mahasiswa itu mengetahui informasi lowongan pekerjaan di Suriah melalui sebuah poster yang dipasang di toko buku di Tokyo.

Ia kemudian diperkenalkan kepada Nakata dan memutuskan untuk menjadi mualaf dan mulai mempelajari bahasa Arab.

Kepolisian Tokyo sebelumnya telah meringkus tersangka di kediamannya sehari sebelum ia dijadwalkan pergi. Pada awal tahun ini, pemerintah Jepang sempat memerintahkan Tsuneoka untuk menyerahkan paspornya menjelang keberangkatannya ke Yaman.

Langkah tersebut dilakukan pemerintah di tengah adanya perdebatan apakah wartawan dilarang pergi ke zona perang atau tidak, apalagi sejak terjadinya insiden penangkapan dan pembebasan seorang reporter asal Jepang di Suriah tahun lalu.

Sumber : CNN Indonesia

Kebakaran di Manggarsari Diduga Api Berasal Dari Lantai Atas, Hanguskan Dua Rumah

Kebakaran di Manggarsari Diduga Api Berasal Dari Lantai Atas, Hanguskan Dua Rumah

Kebakaran yang melanda di kawasan Manggarsari, Kecamatan Balikpapan Timur Rabu (3/7/2019).

Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah yang lokasinya tak jauh dari gapura dekat jalan raya utama menuju Pantai Manggar ini.

Dari informasi yang didapat dari Kepala BPDB Kota Balikpapan Suseno, kebakaran terjadi pada pukul 21.00 Wita . "Dapat informasi dari warga pukul sembilan malam, UPT Timur kemudian menindaklanjuti laporan tadi," kata Suseno.

Dengan sigap BPDB Kota Balikpapan mengerahkan unit pemadam kebakaran dari beberapa lokasi. Tercatat sekitar sembilan unit memadamkan lokasi kebakaran tersebut. "Bangunan ada dua namun dijadikan tiga pintu," kata Suseno.

Menurut Suseno sumber api berasal dari lantai atas bangunan tersebut. Hingga berita ini diturunkan masih ditelisik lebih lanjut sumber api yang menghanguskan bangunan tersebut.

Dari pantauan Tribunkaltim.co petugas bersama warga saling bahu membahu memadamkan api yang menjalar di bangunan tersebut.

Bahkan beberapa warga turut memadamkan api dengan peralatan seadanya agar api tidak merambat di bangunan sekitar.

Petugas pun menggunakan tangga untuk menaiki lantai dua demi memudahkan pemadaman api di bangunan berlantai dua ini. Sekitar pukul 21.30 petugas berhasil menjinakkan si jago merah.

"Kesulitan yang dialami enggak ada warga membantu pemadaman," ucapnya. (*)

Wapres Minta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Kolaborasi

Wapres Minta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Kolaborasi

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan Kalla saat menyerahkan penghargaan Paritrana (jaminan ketenagkerjaan sosial) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (03/07/2019). " BPJS Ketenagakerjaan mempunyai daya yang sangat besar, (BPJS) kesehatan yang defisit terus menerus. Jadi perlu ada kerja sama yang baik. Karena apabila satu pihak banyak kesejahteraan, satu defisit maka bebannya kepada negara, ke pemerintah," ujar Kalla. Ia menyadari BPJS Ketenagakerjaan memiliki tujuan jangka panjang yakni menyediakan jaminan sosial bagi para pekerja yang nantinya pensiun, sehingga rentan mengalami defisit.

Hal itu berbeda dengan BPJS Kesehatan yang tujuannya jangka pendek, yakni menyediakan biaya kesehatan saat pesertanya berobat. Namun, Kalla menilai semestinya kedua lembaga bisa berkolaborasi karena tujuannya sama yakni menyejahterakan masyarakat. Dengan demkian, sambung Wapres, dengan kolaborasi ini defisit yang ditanggung BPJS Kesehatan tak membebani APBN setiap tahunnya. Menanggapi permintaan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan pihaknya sudah berkolaborasi dengan BPJS kesehatan. Hanya, kerja sama tersebut sebatas pertukaran data. Ia menambahkan, secara peraturan perundang-undangan, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan belum bisa berkolaborasi dalam program utama, apa lagi silang pembiayaan. Meski demikian, ia akan mencoba mengkaji regulasinya.

"Kalau regulasi secara program tidak diperkenankan terjadinya subsidi silang antar program. Tapi operasional di lapangan, kegiatan administrasi, kegiatan join office, pendataan, pendaftaran, ini bisa kami sinkronkan. Dalam rangka mengoptimalkan iuran yang ada," papar Agus. "Nanti secara teknis kami akan bicara, dengan BPJS Kesehatan. Kebetulan kami sudah memiliki kerja sama MoU dengan BPJS Kesehatan dalam hal pertukaran data, koordinasi, dan sebagainya," lanjut dia.

Sumber: Kompas.com