Pemprov Kaltim Pangkas Anggaran, Balikpapan Terancam Defisit Pada APBD-P 2021

ONIX NEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan memangkas seluruh anggaran untuk Bantuan Keuangan Kabupaten/kota sampai nol rupiah untuk tahun 2021 ini. Hal ini menyebabkan kondisi keuangan daerah Kota Balikpapan terancam mengalami defisit pada anggaran APBD-P tahun 2021.

Pemangkasan anggaran yang dilakukan karena Pemprov Kaltim juga sedang mengalami defisit anggaran. Anggota Badan Anggaran DPRD Balikpapan, Syukri Wahid mengungkapkan bahwasanya Pemprov Kaltim mengalami defisit anggaran hingga Rp 600 miliar. Pemangkasan bantuan keuangan ini akan mempengaruhi anggaran yang sudah ada di dalam APBD-P Kota Balikpapan Tahun 2021. Bantuan keuangan yang diterima Kota Balikpapan pada tahun 2020 lalu tercatat mencapai Rp 120 miliar, sebagian dipergunakan untuk biaya proyek aspirasi DPRD Provinsi Kaltim di daerah.

Menurut Syukri bantuan keuangan ini bersifat given dimana pemberian dan alur pendanaannya terukur. Sehingga tidak dapat digunakan untuk membiayai program lain selain yang sudah ditentukan sebelumnya. Tidak adanya bankeu kali ini berpengaruh terhadap besaran postur APBD perubahan dan bisa mengunci 6 persen penggunaan Silpa. Bankeu ini bersifat untuk mengakomodir kepentingan legislator DPRD Kaltim terhadap konstituennya.

Di kondisi keuangan yang terbatas saat ini, menurut skema anggaran yang sudah direncanakan harus tetap berjalan di tahun 2021 ini. Antara lain alokasi untuk anggaran proyek DAS Ampal sebesar Rp 10 Miliar, anggaran pembangunan gedung sekolah sebesar Rp 20 Miliar, anggaran pembiayaan penyediaan BPJS Kesehatan sebesar Rp 18 Miliar, anggaran program program penyertaan modal seperti PDAM sebesar Rp 28 Miliar, anggaran hibah pembangunan kejaksaan sebesar Rp 20 Miliar, dan pembiayaan upaya penanganan covid-19 melalui recofusing sebesar Rp 160 Miliar.

Beberapa anggaran diatas wajib dilaksanakan di tahun 2021 karena sudah di ketok atau di setujui.

Sumber : Tribunkaltim.co
Editor : Onix Radio