Kemenparekraf Adakan Sosialisasi Dan Simulasi Panduan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan

ONIX NEWS – Untuk menghadapi kebiasaan hidup yang baru, Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia bekerjasama dengan The Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB) dan melibatkan masukan yang signifikan dari stakeholders MICE telah menyusun rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE) pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE.

Kegiatan MICE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan yang secara teknis spesifiknya akan disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh Asosiasi dan Industri MICE sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia. Ketentuan yang tercantum dalam panduan ini mengacu pada protokol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), Travel & Tourism Council (WTTC), serta Asosiasi MICE nasional dan internasional seperti ICCA, UFI, AIPC, serta ASPERAPI.

Panduan ini telah disosialisasikan di tahun 2020 di 9 destinasi MICE antara lain; Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Mataram, Banten (mewakili Jakarta), Semarang, dan Batam serta di awal tahun 2021 di 5 Destinasi Super Prioritas antara lain; Borobudur, Toba, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo. Sosialisasi dilaksanakan kepada para stakeholders MICE untuk menyamakan pemahaman mengenai isi Panduan sehingga panduan dapat dijalankan dengan sesuai pada pelaksanaan kegiatan MICE di destinasi tersebut. Dan tahun ini sosialisasi Panduan CHSE MICE dilaksanakan di Makassar, Balikpapan, Lampung, dan Kupang.

Balikpapan menjadi salah satu kota penyelenggaraan sosialisasi panduan CHSE tahun ini karena melihat potensi MICE nya yang sangat besar, Letak yang strategis, Infrastruktur dan fasilitas MICE yang dimiliki sudah sangat mumpuni, mulai dari Bandara Internasional hingga hotel yang dapat menjadi lokasi penyelenggaraan MICE. Selain itu faktor pendukung seperti daya tarik wisata yang menarik dan ragam kuliner khas Balikpapan yang menggugah selera dan sudah tersohor.

Masruroh, Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran – Kemenparekraf, mengharapkan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi panduan ini, para stakeholders MICE di Kalimantan Timur khususnya Kota Balikpapan memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menjalankan protokol yang telah disusun dalam panduan, sehingga wisatawan MICE yang akan melaksanakan kegiatan MICE-nya di Balikpapan dapat merasa aman dan nyaman dan sektor MICE kembali siap dan mampu bangkit kembali untuk memacu pertumbuhan dan kreativitas yang lebih baik dari sebelumnya, dan menjadikan Balikpapan destinasi MICE yang memiliki value proposition yang dapat memenangkan persaingan di dunia internasional.

Sosialisasi yang diselenggarakan dirangkaikan dengan simulasi pameran skala kecil yang diikuti oleh UMKM lokal di Balikpapan yang menyajikan produk-produk khas Balikpapan. Selain pameran dilaksanakan juga simulasi Perjalanan Insentif yang diikuti oleh media lokal dalam rangka meninjau secara langsung kesiapan destinasi wisata untuk penyelenggaraan perjalanan insentif dengan penerapan CHSE.

Sumber : Kemenparekraf
Editor : Onix Radio