Daun kemangi dorong Inflasi Kota Minyak

ONIX NEWS – Memasuki musim hujan saat ini menyebabkan kenaikan harga di beberapa kelompok makanan, minuman serta tembakau dengan besaran 0.14% (mtm). Curah hujan yang tinggi menyebabkan menurunnya produksi sayuran hijau seperti sawi hijau, bayam, dan daun kemangi. Selain itu, terjadi pula kenaikan pada harga daging ayam ras yang diakibatkan oleh program pemusnahan dini induk ayam untuk mengendalikan supply ayam yang meningkat.

Bahkan pada kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan sebesar 0,05% (mtm) yang disebabkan oleh normalisasi harga beberapa komoditas pakaian seperti celana panjang katun pria, kemeja panjang katun pria yang sempat mengalami penurunan harga pada bulan Agustus.

inflasi sebesar 0,19% (mtm) pada bulan September 2021 berbeda dengan Agustus 2021 yang mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 1,71% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (1,60%-yoy) maupun Kalimantan Timur (1,68%-yoy).

Kelompok transportasi mengalami deflasi dengan andil 0,04% (mtm), karena menurunnya tarif angkutan udara yang memberikan andil 0.09% (mtm). Deflasi juga dialami oleh kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang didorong oleh menurunnya harga telepon seluler.

Disimpulkan bahwasanya faktor yang diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah: i) Naiknya konsumsi masyarakat setelah berakhirnya pembatasan sosial; ii) Naiknya harga sayuran hijau di tengah curah hujan yang masih tinggi; serta iii) berlanjutnya kenaikan daging ayam ras di tengah pasokan yang masih menurun.

Bank Indonesia akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan untuk terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil menuju sasaran 3% +- 1.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onix Radio